UNTAIAN KATA - Pernah Nggak Sih Kalian Merasa Takut? #FEAR
Di postingan kali ini aku akan share tentang pengalamanku mengenai "rasa takut". Siapa tahu apa yang aku takutkan sama dengan apa yang kalian takutkan. Siapa tahu kita bisa saling berbagi dan diskusi tentang bagaimana cara mengatasinya.
Kalian pernah tidak merasa takut akan sesuatu? Aku yakin pasti pernah. Rasa takut adalah perasaan yang muncul saat kita tidak ingin atau tidak berani menyentuh, melihat, atau berdekatan dengan sesuatu. Saat merasa takut, jantung kita berdetak lebih cepat, ada juga yang sampai berkeringat, berteriak, atau pun diam tanpa mampu bergerak maupun bersuara.
Di bawah ini adalah ketakutan-ketakutan yang aku alami:
1. Cicak dan Cacing sekeluarga
Aku tidak takut sama sekali dengan kecoak yang biasanya ditakuti oleh kaum hawa pada umumnya. Aku lebih takut dengan cicak dan kerajaan cacing. Dua jenis hewan lunak ini mampu membuatku tergelitik dan enyah dari hadapan mereka.
Kalau ada cicak di atas peralatan dapur, maka aku tidak ingin menyentuh barang tersebut karena teringat kalau pernah ada cicak yang hinggap di situ. Semisal aku menyapu, lalu menemukan cicak mati, maka reflek aku sapu dah tu cicak.
Kalau cacing dan sebangsanya itu, seperti kaki seribu, ulat, dll, melihatnya jalan meliuk-liuk dengan tubuhnya yang ginuk-ginuk itu bikin perutku bergejolak. Aku nggak berani mendekat barang selangkah pun, jadinya mati kutu. Biasanya reaksiku kalau nggak diem aja ya lari yang kenceng. Tapi, sebelum itu, pasti napasku kayak yang tercekat gitu. Semisal aku ingin buang air kecil, tapi ada makhluk ini di kamar mandi, maka aku lebih memilih menahan kencing atau numpang kencing di kamar mandi tetangga. Ada yang senasib?
2. Naik kapal - Laut
Aku bukan orang yang rewel kalau naik kendaraan, jadi aku tidak pernah mengalami mabuk darat maupun laut. Jadi, kalau ada yang mengajakku ke mana gitu, aku mah hayuk-hayuk aja. Tapi, sebisa mungkin aku menolak untuk naik kapal. Lebih baik aku naik pesawat daripada naik kapal. Karena saat aku naik kapal dan merasakan bagaimana kapal itu terayun-ayun di atas gelombang membuat imajinasiku berkelana ke hal yang tidak-tidak, entah itu kapalnya tenggelam lalu manusianya dimakan ikan atau tiba-tiba ada ikan yang besar seperti hiu dan paus loncat.
Jika memang terpaksa aku harus naik kapal, aku lebih baik mendekam di dalam saja arena saat melihat laut, aku seperti terserap jatuh ke dalamnya. Maka dari itu, selama ini aku tidak pernah ke Gili Ketapang, padahal aku orang Probolinggo. Plus, ibuku melarang keras untuk berwisata ke Gili. Tapi, aku tidak takut pantai. Kalau mau traveling ke pantai mah kuy aja. Aku takutnya naik kapal di atas laut, kalau berdiri di tepi laut mah nggak.
3. Menggonceng orang
Aku bisa mengendarai motor. Aku bahkan berani mengendarai dengan kecepatan tinggi, tetapi jika aku mengendarainya sendirian tanpa ada yang gonceng. Entah kenapa aku merasa sangat takut jika harus menggonceng orang, terutama ibuku. Padahal, aku tidak punya pengalaman buruk mengenai menggonceng orang. Saat aku menyetir dan menggonceng, jantungku berdegup lebih cepat, aku berkeringat, tegang, dan mencengkram setir dengan sangat erat.
4. Renang
Dari kecil, aku sudah didoktrin untuk tidak pernah belajar renang oleh ibuku. Saat aku kecil, begitu banyak berita mengenai anak-anak yang meninggal karena belajar renang, termasuk tetangga. That's why, renang begitu mengerikan di mataku. Tiap kali teman-teman mengajak berenang, aku selalu menolak dengan berbagai alasan, tanpa menyebutkan alasan yang sebenarnya.
Sebenarnya, aku ingin sekali diving melihat pemandangan terumbu karang, tapi aku nggak bisa berenang. Tiap kali ada keinginan untuk belajar renang, saat itu juga aku membuangnya jauh-jauh. Aku terlalu takut untuk memulai. Bayangan akan hal-hal yang mengerikan terlalu melekat di otakku.
5. Hantu - Orang Meninggal
Aku selalu takut jika ada pengumuman orang meninggal, terutama mereka yang aku kenal. Aku akan selalu terbayang orang itu memakai kain kafan, entah sampai kapan. Saat ada kerabat atau bakan keluargaku sendiri, sebisa mungkin aku tidak melihat mereka dalam balutan kain kafan. Pernah beberapa kali aku melihat saat mata mereka tertutup, saat itulah aku takut jika keduat mata itu tiba-tiba terbuka. Jangankan secara nyata, pemandangan hal itu di film saja aku tidak ingin melihat. Aku akan selalu terbayang saat aku sendiri di kamar ataupun saat ingin ke kamar mandi. Pernah aku tidak jadi ke kamar mandi karena takut dengan imajinasiku sendiri yang membayangkan adanya hantu. Aku takut saat mencuci wajah, kemudian membuka mata, aku melihat wajah yang tidak aku inginkan. Jika aku berani ke kamar mandi dengan membawa rasa takutku itu, maka bisa dibilang itu sebuah keberhasilan.
Pernah beberapa kali tiba-tiba aku merasa takut, maka aku akan memejamkan mata dengan begitu erat tanpa mau membuka mata lagi. Aku takut jika suasana yang sebelumnya senyap tiba-tiba ada suara benda jatuh. Sebegitu takutnya aku, sampai-sampai aku tidak pernah mau mendengar cerita horor dari temanku dan menonton film horor. Aku juga tidak ingin melihat kuburan saat aku melewatinya. Tapi, aku bersyukur tidak pernah melihat atau pun mendengar hal-hal mistis secara langsung. Ada yang sama?
Itulah beberapa ketakutanku. Ada yang samakah? Sebenarnya ada banyak hal yang aku takutkan. Aku jadi berpikir, mungkin aku terlahir sebagai orang yang penakut. Terkadang, aku begitu kesal dan tidak menyukai semua rasa takutku ini. Semua rasa takutku ini berasal dari imajinasi dan diriku sendiri. Aku merasa lelah dengan rasa takut yang selalu mengungkungku ini. Jadi, bisa dibilang ketakutan terbesarku adalah rasa takut itu sendiri. Bagaimana ya cara mengatasi rasa takut yang berlebihan ini? Yuk, saling sharing di kolom komen.







Comments
Post a Comment